.
|*|.:.:::::... WELCOME TO MY WORLD "The Art of International Relations" ANYTHING IS POSSIBLE TO HOLD... Thank for Your Visiting ...:::::.:.:.|*|
.

Breaking News:

Attention!

Recommended to open this blog by using Mozilla Firefox for the best looking... Check it out... Don't have Mozilla Firefox? Download it now... + Adobe Flash Player 10

Blog Archives

April 6, 2010

Print this ArticlePrint this Article

By: Baiq Wardhani

Terjadi dua kontroversi dalam minggu ini: penerimaan hadiah Nobel Perdamaian bagi Presiden AS, Barrack Obama dan pengiriman tigapuluh ribu tentara AS ke Afghanistan. Pengiriman itu terjadi setelah beberapa jam Obama menerima anugerah perdamaian tersebut. Obama adalah presiden AS ke tiga yang menerima Nobel Perdamaian setelah Theodore Roosevelt (1906) dan Woodrow Wilson (1919). Penganugerahan Nobel Perdamaian bagi Obama mengundang reaksi pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Reaksi negatif

Dalam pidatonya di Oslo, Obama mengatakan bahwa perang dan damai akan menjadi keseimbangan dalam dunia ini. Bahkan dalam pidatonya itu Obama berusaha menjustifikasi sejumlah perang di dunia. Para pengamat melaporkan bahwa Obama menyebutkan “perang” sekurang-kurangnya 44 kali dan istilah “perdamaian” atau “damai” minimal 32 kali. Pidato itu seolah-olah membenarkan tindakan Obama mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan untuk menghasi Taliban setelah menerima Nobel Perdamaian Peristiwa tersebut menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat dunia.

Penganugerahan Nobel Perdamaian bagi Obama dianggap menodai hubungan Amerika dengan dunia Islam. Hal ini bertolak belakang dengan isi pidatonya yang simpatik di Universitas Al Azhar, Cairo beberapa bulan yang lalu. Pidato tersebut memberi harapan banyak pihak akan terwujudnya perdamaian dunia, yang pencapaiannya tak terlepas dari peranan Amerika sebagai pemain dominan dalam politik internasional. Karena pidatonya itulah Obama dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan tertinggi yang bertujuan untuk meningkatkan harkat manusia.

Di tengah optimisme tersebut, Obama juga memberikan pernyataan yang menggembirakan tentang penjara kontroversial Guantanamo. Obama menyerukan penghentian atas penyiksaan di tempat itu serta seger menutupnya. Kaum pesimis melihat ucapan dan tindakan Obama dengan skeptis. Misalnya, pakar sejarah Inggris, Andy Worthington yang menulis “The Guantanamo Files” dalam wawancara eksklusif dengan Press TV, menuturkan, klaim Presiden AS, Barack Obama soal keberhasilannya dalam menghentikan penyiksaan adalah sebuah kebohongan. Seraya menyinggung klaim-klaim Obama tentang upayanya untuk menghentikan penyiksaan dan penutupan penjara Guatanamo, Worthington menandaskan, Obama dalam pidatonya mengklaim akan meliburkan Guantanamo dan melarang penyiksaan, namun ucapannya sama sekali tidak benar.

Banyak kalangan, terutama dunia Islam mempertanyakan pemberian hadiah tersebut kepada Obama. Mereka umumnya melihat rapor Obama bagi perdamaian dunia belum nampak, bahkan semakin merah. Bagi dunia Islam, anugerah tersebut merupakan ironi, bahkan lebih keras, beberapa kalangan menganggapnya sebagai upaya melestarikan ”penjajahan” Amerika atas dunia Islam. Mereka curiga melanjutkan perang di Afghanistan merupakan salah satu strategi Obama untuk keluar dari krisisis moneter dalam negeri AS.

Obama dan Wilson

Sebaliknya, kaum pro/liberal yang mendukung Obama memujinya dengan mengatakan bahwa hal itu hanya masalah mempertahankan hak untuk membela diri. Perang sesungguhnya merupakan perpaduan antara idealisme (untuk mewujudkan perdamaian) dengan realisme diplomatik. Adagium si vis pacem parra bellum (jika ingin damai berperanglah dahulu) berlaku bagi kelompok ini. Sejarah menunjukkan bahwa banyak negeri menggunakan perang sebagai sarana mencapai perdamaian. Nampaknya Obama melakukan kebijakan luar negeri dengan mengikuti jejak pendahulunya, Woodrow Wilson, penerima Nobel Perdamaian juga, yang mengaku pasifis (cinta damai), namun pada saat yang sama meng-invasi Grenada setelah menghancurkan Jerman pada Perang Dunia I.

Seperti yang ditulis the Washington Post, Obama adalah seorang pragmatis, namun dalam politik luar negeri bersifat idealis. Para idealis memahami dunia dengan asumsi bahwa negara akan bertindak sesuai dengan goodwill dan kemurnian moral. Atas dasar inilah Obama mengambil keputusan luar negeri. Jika sebuah negara menolak untuk bekerjasama dengan Amerika, itu lebih disebabkan karena mereka melihat Amerika sebagai agresif atau jahat. Tugas Obama adalah mengubah persepsi tersebut. Hal ini mendasari tindakan Obama di berbagai peristiwa, seperti di Iran, Iraq, Korea Utara, Timur Tengah, Rusia, Cina, Amerika Latin. Menurut Obama inilah saat yang paling tepat untuk me-”reset mindset” para pemimpin dunia agar mau bekerjasama dengan Amerika. Afghanistan adalah salah satunya.

Dalam pidatonya di Cairo mengenai pembaruan hubungan Amerika-dunia Islam, Obama ingin menampilkan pandangan baru tentang citra Amerika yang diwakili oleh dirinya. Pengiriman tigapuluh ribu tentara tambahan ke Afghanistan adalah dalam rangka mengubah mindset dunia bahwa Amerika menginginkan kerjasama dan perdamaian dengan Afghanistan dan dunia islam, namun pertama-tama Afghanistan harus ”dibersihkan” dahulu dari Taliban yang dianggap Obama pembuat onar di negara Islam tersebut.

Dengan mengirimkan pasukan ke Afghanistan, Obama sesungguhnya banyak berharap bahwa perdamaian segera tercapai dan perbaikan hubungan Amerika dengan dunia Islam segera terwujud. Benarkah demikian?

== == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == == ==
Online Radio
|*|:::...Thank for Your Visiting...:::|*|:::...Gracias por Su Visita...:::|*|:::...Danke für Ihren Besuch...:::|*|:::...Dank voor Uw Bezoek...:::|*|:::...Merci pour votre visite...:::|*|:::...Grazie per la Vostra Visita...:::|*|:::...Agradeço a Sua Visita...:::|*|:::...Için Teşekkür Senin Konuk...:::|*|:::...شكرا لجهودكم الزائرين...:::|*|:::...Спасибо за Ваш визит...:::|*|:::...Подякуйте за ваш відвідуючий...:::|*|:::...Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...:::|*|:::...|* [Copyright © 2008 Baiq Wardhani on http://baiq-wardhani.blogspot.com]*|...:::|*|
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Copyright © 2008 The Art of International Relations . All rights reserved.

The Modification of This Blog was Designed by: [ M. Edy Sentosa Jk. ] On the other Web of [ The Global Generations ] | [N*K*A]